Banjar, 24 September 2026 – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum mengevakuasi sebanyak 40 pasien ke ruangan yang lebih aman akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi pasien dari paparan asap maupun potensi bahaya lain yang ditimbulkan kebakaran. Petugas rumah sakit bergerak memindahkan pasien dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing. Keselamatan pasien menjadi prioritas utama selama proses penanganan berlangsung. Situasi di sekitar fasilitas kesehatan juga terus dipantau untuk mengantisipasi perubahan kondisi.
Evakuasi dilakukan setelah karhutla menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan sejumlah ruangan yang ditempati pasien. Asap dari kebakaran lahan dapat mengganggu kualitas udara dan berpotensi menimbulkan masalah terutama bagi kelompok yang membutuhkan pengawasan khusus. Karena itu, puluhan pasien dipindahkan menuju area rumah sakit yang dinilai lebih terlindungi. Petugas memastikan proses pemindahan berlangsung tertib agar tidak menimbulkan kepanikan. Pelayanan kesehatan kepada pasien tetap diupayakan berjalan selama penanganan keadaan tersebut.
Sebanyak 40 pasien yang dievakuasi tetap berada dalam pengawasan tenaga kesehatan setelah dipindahkan. Kondisi mereka dipantau untuk memastikan tidak terjadi gangguan kesehatan akibat paparan asap maupun proses evakuasi. Penanganan pasien rumah sakit jiwa membutuhkan pendekatan khusus karena perubahan lingkungan secara mendadak dapat memengaruhi kenyamanan sebagian pasien. Tenaga medis dan petugas pendamping karena itu memiliki peran penting selama proses pemindahan. Kebutuhan obat dan pelayanan rutin juga harus tetap tersedia di lokasi yang digunakan sementara.
Karhutla menjadi ancaman serius bagi fasilitas publik apabila titik kebakaran berada tidak jauh dari permukiman maupun bangunan pelayanan kesehatan. Selain risiko api merambat, asap pekat dapat menurunkan kualitas udara di dalam maupun sekitar bangunan. Kondisi tersebut membuat tindakan pencegahan perlu dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih berbahaya. Pengamanan lingkungan rumah sakit menjadi bagian dari upaya mempertahankan pelayanan dalam kondisi darurat. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan apabila kebakaran membutuhkan penanganan lebih luas.
RSJ Sambang Lihum perlu memastikan seluruh fasilitas penting tetap berfungsi selama dampak karhutla masih dirasakan. Akses keluar masuk rumah sakit, pasokan listrik, ketersediaan air, serta jalur evakuasi menjadi beberapa unsur yang perlu terus diawasi. Petugas juga harus memastikan ruangan aman memiliki kapasitas yang memadai bagi pasien yang dipindahkan. Apabila kondisi memburuk, skenario penanganan lanjutan perlu disiapkan untuk mengurangi risiko terhadap pasien dan tenaga kesehatan. Kesiapsiagaan menjadi penting karena perkembangan kebakaran dapat dipengaruhi kondisi cuaca dan angin.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan pentingnya pencegahan karhutla, terutama di sekitar kawasan yang memiliki fasilitas pelayanan publik. Rumah sakit merupakan lokasi yang membutuhkan perlindungan khusus karena terdapat pasien yang tidak selalu dapat melakukan evakuasi secara mandiri. Pencegahan kebakaran lahan dan penanganan titik api sejak dini dapat membantu mengurangi potensi gangguan terhadap pelayanan kesehatan. Masyarakat juga memiliki peran dengan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran. Pengawasan wilayah rawan perlu diperkuat ketika kondisi lahan semakin mudah terbakar.
Evakuasi 40 pasien menjadi langkah pengamanan agar pelayanan RSJ Sambang Lihum tetap dapat berlangsung di tengah ancaman karhutla. Pasien dapat dikembalikan ke ruangan sebelumnya setelah kondisi dinilai benar-benar aman dan tidak lagi menimbulkan risiko. Hingga situasi terkendali, pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan titik kebakaran perlu terus dilakukan. Koordinasi antara rumah sakit dan unsur penanganan kebakaran menjadi penting untuk menentukan langkah berikutnya. Keselamatan pasien, tenaga kesehatan, dan seluruh orang yang berada di lingkungan rumah sakit tetap menjadi prioritas selama penanganan karhutla berlangsung.





