Jakarta, 23 September 2026 – Indonesia mengharapkan China terus memberikan dukungan terhadap terwujudnya Sentralitas ASEAN sebagai prinsip utama dalam menjaga stabilitas, perdamaian, dan kerja sama di kawasan. Harapan tersebut sejalan dengan kepentingan Indonesia untuk memastikan ASEAN tetap memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan geopolitik dan dinamika hubungan antarnegara. Hubungan ASEAN dengan China dinilai memiliki posisi strategis karena mencakup berbagai bidang, mulai dari politik dan keamanan hingga ekonomi serta pembangunan. Indonesia mendorong agar kerja sama tersebut dikembangkan berdasarkan prinsip saling menghormati dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak. Sentralitas ASEAN juga dipandang penting untuk menjaga agar berbagai mekanisme regional tetap berjalan secara inklusif.
Konsep Sentralitas ASEAN menempatkan organisasi kawasan tersebut sebagai penggerak utama dalam berbagai forum dan mekanisme kerja sama di Asia Tenggara serta kawasan yang lebih luas. Prinsip ini menjadi penting ketika persaingan kepentingan negara-negara besar semakin memengaruhi perkembangan geopolitik regional. Indonesia menginginkan ASEAN tetap mampu menentukan agenda berdasarkan kepentingan bersama negara-negara anggotanya. Dukungan dari mitra seperti China diharapkan dapat memperkuat peran tersebut tanpa mengurangi kemandirian ASEAN dalam menentukan arah kebijakan regional. Pendekatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan tetap terbuka bagi kerja sama dengan berbagai negara.
Indonesia juga menempatkan stabilitas kawasan sebagai salah satu prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi. Ketegangan geopolitik dapat memengaruhi perdagangan, investasi, rantai pasok, hingga kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek kawasan. Karena itu, dialog dan diplomasi tetap dipandang sebagai instrumen penting untuk menangani berbagai perbedaan yang muncul. ASEAN memiliki sejumlah mekanisme yang dapat digunakan untuk mempertemukan negara anggota dengan mitra eksternal dalam membahas kepentingan bersama. Dukungan China terhadap mekanisme yang dipimpin ASEAN diharapkan dapat membantu mempertahankan komunikasi dan mencegah meningkatnya ketegangan.
Kerja sama ekonomi menjadi salah satu pilar penting dalam hubungan ASEAN dan China yang terus berkembang. Kedekatan geografis serta tingginya aktivitas perdagangan membuat kedua pihak memiliki kepentingan untuk menjaga konektivitas dan kelancaran rantai pasok regional. Indonesia melihat hubungan ekonomi tersebut perlu terus diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih merata dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Investasi, perdagangan, transformasi digital, energi, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur menjadi sejumlah bidang yang dapat diperkuat melalui kerja sama. Pada saat yang sama, hubungan ekonomi diharapkan tetap berlangsung dengan memperhatikan kepentingan nasional masing-masing negara dan kesepakatan regional.
Perhatian terhadap keamanan dan stabilitas maritim juga menjadi bagian penting dari hubungan ASEAN dengan China. Kawasan Asia Tenggara memiliki jalur pelayaran strategis yang berperan besar terhadap perdagangan dunia sehingga keamanan dan kebebasan navigasi menjadi kepentingan bersama. Indonesia secara konsisten menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dalam mengelola berbagai persoalan di kawasan. Penyelesaian perbedaan melalui dialog dan mekanisme damai diperlukan untuk mencegah situasi berkembang menjadi ketegangan yang dapat mengganggu stabilitas. ASEAN diharapkan tetap menjadi ruang utama bagi negara-negara kawasan untuk membangun kepercayaan dan memperkuat komunikasi dengan mitra eksternal.
Dukungan terhadap Sentralitas ASEAN juga berkaitan dengan kemampuan organisasi tersebut mempertahankan persatuan di tengah beragam kepentingan negara anggotanya. Kesatuan ASEAN menjadi modal penting ketika organisasi berhadapan dengan perubahan lingkungan strategis dan meningkatnya kompetisi negara-negara besar. Indonesia mendorong agar hubungan dengan China maupun mitra lainnya tidak menciptakan fragmentasi di antara negara anggota. Kerja sama yang inklusif diharapkan memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk berkontribusi terhadap perdamaian dan kesejahteraan kawasan. Dalam kerangka tersebut, ASEAN tetap diharapkan menjadi pusat berbagai proses diplomasi regional.
Indonesia memandang dukungan China terhadap Sentralitas ASEAN dapat menjadi salah satu unsur penting dalam mempertahankan arsitektur kawasan yang stabil dan inklusif. Hubungan kedua pihak diharapkan tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi, tetapi juga memperkuat kepercayaan, penghormatan terhadap hukum internasional, dan penyelesaian perbedaan secara damai. Indonesia akan terus mendorong dialog serta kerja sama yang menempatkan ASEAN sebagai salah satu penggerak utama dalam berbagai mekanisme regional. Pendekatan tersebut diperlukan agar Asia Tenggara tidak menjadi arena persaingan yang merugikan kepentingan negara-negara di kawasan. Dengan komunikasi yang konsisten dan kerja sama yang saling menghormati, hubungan ASEAN-China diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap stabilitas dan kemakmuran regional.





