Jakarta, 2 September 2026 – Penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, diarahkan tidak hanya sebagai ajang olahraga internasional, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh potensi pariwisata di NTB. Balapan dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 dan menjadi salah satu agenda sport tourism yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan. Konsep tersebut membuat penonton tidak sekadar datang untuk menyaksikan balapan selama tiga hari, tetapi juga didorong memperpanjang masa tinggal di Lombok. Berbagai destinasi wisata, kuliner, budaya, serta ekonomi kreatif lokal disiapkan untuk melengkapi pengalaman wisatawan. Pemerintah dan pengelola kawasan melihat MotoGP sebagai momentum untuk memperkenalkan Mandalika dan berbagai destinasi NTB kepada pasar yang lebih luas.
Direktur Komersial InJourney Veronica Sisilia mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton yang memenuhi tribun sirkuit. Event tersebut diharapkan mampu menciptakan pergerakan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah tujuan. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah meningkatnya lama tinggal wisatawan selama berada di Lombok. Semakin lama wisatawan berada di daerah tersebut, semakin besar pula peluang mereka menggunakan akomodasi, transportasi, menikmati kuliner, mengunjungi destinasi, dan berbelanja produk lokal. Karena itu, rangkaian pengalaman di luar arena balap menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan MotoGP Mandalika.
Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan yang menempatkan MotoGP sebagai penggerak ekosistem pariwisata, bukan sekadar kegiatan olahraga selama tiga hari. Pemerintah Provinsi NTB bersama berbagai pemangku kepentingan telah menyiapkan sejumlah program untuk menghubungkan kunjungan penonton dengan destinasi wisata lainnya. Wisatawan yang datang ke Mandalika dapat diarahkan untuk menikmati kekayaan alam Lombok, kawasan pantai, kuliner khas, seni, budaya, hingga berbagai aktivitas ekonomi kreatif. Strategi ini diharapkan membuat manfaat penyelenggaraan event menyebar ke lebih banyak pelaku usaha. Dengan demikian, aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di sekitar sirkuit.
Untuk mendukung tujuan tersebut, penyelenggara juga mulai menawarkan paket perjalanan terintegrasi yang menggabungkan tiket MotoGP dengan penerbangan, akomodasi, transportasi, serta pengalaman wisata. Paket tersebut dirancang untuk memudahkan wisatawan dalam menyusun perjalanan menuju Mandalika tanpa harus mengatur setiap kebutuhan secara terpisah. Pilihan paket yang tersedia juga membuka peluang bagi wisatawan untuk menjadikan kunjungan MotoGP sebagai bagian dari agenda liburan yang lebih panjang. Model perjalanan seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus mendorong wisatawan mengalokasikan lebih banyak waktu dan anggaran selama berada di NTB. Integrasi berbagai layanan menjadi salah satu cara untuk mengubah event olahraga menjadi aktivitas pariwisata yang lebih lengkap.
MotoGP Mandalika juga memiliki peluang besar dalam menarik wisatawan mancanegara. Kehadiran penonton dari berbagai negara dapat memberikan efek promosi bagi Lombok karena mereka memperoleh pengalaman langsung mengenai destinasi dan budaya lokal. Pengalaman tersebut berpotensi mendorong kunjungan kembali maupun rekomendasi kepada keluarga, teman, dan komunitas di negara asal. Pemerintah juga terus memperkuat konektivitas penerbangan agar mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi Indonesia semakin mudah. Dengan konektivitas yang baik, wisatawan yang datang untuk MotoGP tidak harus membatasi perjalanan hanya di Mandalika, tetapi dapat melanjutkan kunjungan ke destinasi lain.
Target jumlah penonton juga menjadi salah satu alasan persiapan dilakukan secara terpadu. Penyelenggara menargetkan lebih dari 145 ribu penonton selama tiga hari pelaksanaan MotoGP 2026. Jumlah tersebut membutuhkan kesiapan berbagai sektor, mulai dari transportasi, akomodasi, keamanan, kesehatan, infrastruktur, hingga pelayanan wisata. Pemerintah daerah juga perlu memastikan masyarakat dan pelaku usaha lokal siap menerima peningkatan arus kunjungan. Persiapan tersebut penting agar tingginya jumlah wisatawan dapat memberikan pengalaman positif sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Pengelolaan arus wisatawan juga menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan selama penyelenggaraan berlangsung.
Dampak MotoGP terhadap perekonomian juga diharapkan dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Peningkatan jumlah wisatawan membuka peluang bagi UMKM, pelaku kuliner, perajin, pelaku ekonomi kreatif, penyedia transportasi, pengelola akomodasi, serta pekerja pariwisata untuk meningkatkan aktivitas usaha. Pemerintah dan pengelola kawasan terus mendorong keterlibatan masyarakat agar pertumbuhan kawasan wisata tidak hanya dinikmati oleh perusahaan besar. Berbagai atraksi budaya dan kegiatan ekonomi kreatif juga dipersiapkan untuk memperkuat karakter Mandalika sebagai destinasi. Dengan pendekatan tersebut, wisatawan diharapkan memperoleh pengalaman yang lebih beragam sekaligus memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Pengembangan Mandalika juga diarahkan agar tidak hanya bergantung pada event MotoGP. Penyelenggara ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi yang tetap memiliki aktivitas sepanjang tahun dengan menggabungkan olahraga, alam, budaya, kuliner, gaya hidup, dan ekonomi kreatif. MotoGP tetap menjadi salah satu magnet utama untuk menarik perhatian wisatawan, tetapi pengalaman setelah mereka tiba di Mandalika menjadi faktor penting untuk mempertahankan daya tarik destinasi. Strategi ini diharapkan dapat membuat wisatawan memiliki alasan untuk kembali meskipun tidak sedang ada balapan. Penguatan identitas budaya dan keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi bagian dari upaya membangun destinasi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, MotoGP Indonesia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas citra Mandalika dan NTB sebagai destinasi wisata internasional. Balapan di sirkuit menjadi titik awal perjalanan wisatawan untuk kemudian menikmati berbagai potensi yang tersedia di Lombok dan wilayah sekitarnya. Pemerintah menargetkan konsep tersebut dapat meningkatkan lama tinggal, belanja wisatawan, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat. Jika strategi tersebut berjalan optimal, penyelenggaraan MotoGP tidak hanya meninggalkan dampak dari sisi olahraga, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Mandalika pun diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang mampu menggabungkan olahraga kelas dunia dengan pengalaman wisata khas Indonesia.





