
12 Juli 2025
Yogyakarta — Kisah tak terduga datang dari seorang penjual sate keliling di kawasan Malioboro, Yogyakarta, bernama Bagas Prasetyo (34), yang ternyata adalah lulusan Master of Public Policy dari Oxford University. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah seorang turis asing berbicara dengan fasih padanya dalam bahasa Inggris dan Bagas membalas dengan aksen British yang sempurna.
Video percakapan tersebut diunggah oleh akun TikTok @maliborostory dan telah ditonton lebih dari 27 juta kali, membuat nama Bagas menjadi viral dan menuai pujian dari warganet.
Latar Belakang dan Keputusan Mengejutkan
Bagas mengungkap bahwa ia meraih beasiswa penuh dari LPDP dan lulus dari Oxford pada 2017. Setelah sempat bekerja di NGO internasional di Eropa selama beberapa tahun, ia memutuskan pulang ke Indonesia dan merawat ibunya yang sakit keras.
“Saat ibu saya sakit, saya tidak ingin menyesal di kemudian hari. Saya pulang dan memilih menjalani hidup sederhana, tapi penuh makna,” ujar Bagas dalam wawancara bersama media lokal.
Ia membuka usaha kecil berjualan sate sebagai bentuk terapi mental dan kedekatan dengan masyarakat.
Reaksi Publik: Salut dan Terharu
Netizen ramai-ramai memberikan pujian dan mengungkap rasa hormat kepada Bagas. Banyak yang terinspirasi oleh keputusannya yang mendahulukan keluarga daripada karier mewah di luar negeri.
Tagar #BagasOxford, #SateMalioboro, dan #HidupSederhana menjadi trending selama dua hari terakhir. Bahkan sejumlah tokoh nasional seperti Najwa Shihab dan Ridwan Kamil turut memberikan komentar positif di media sosial.
Tawaran dan Harapan
Setelah viral, Bagas menerima banyak tawaran kerja kembali dari organisasi besar, namun ia masih memilih tetap menjalankan warung satenya sambil membagikan ilmu kebijakan publik melalui diskusi mingguan gratis untuk anak muda lokal.
“Ilmu itu harus kembali ke rakyat. Di sinilah saya merasa paling hidup,” tambah Bagas.
Kesimpulan
Kisah Bagas adalah pengingat bahwa kesuksesan bukan selalu soal karier atau gaji tinggi, tapi tentang pilihan hidup yang bermakna. Ia menunjukkan bahwa gelar internasional bisa berpadu dengan kerendahan hati, dan bahwa dedikasi terhadap keluarga serta masyarakat adalah bentuk prestasi yang tak kalah besar.