“Salah” adalah salah satu lagu paling populer dari grup musik Potret, yang dipimpin oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Dirilis pada akhir 1990-an, lagu ini menjadi hits besar berkat liriknya yang berani, jujur, dan apa adanya. Salah menggambarkan dinamika hubungan yang penuh konflik, keraguan, dan kesalahan, sehingga terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan percintaan banyak orang.
Nuansa Musik
Musik dalam “Salah” menampilkan ciri khas Potret yang eksperimental dan segar di zamannya:
-
Beat pop funk yang catchy, membuat lagu ini enak dinyanyikan meski liriknya penuh konflik.
-
Permainan bass dan drum yang groovy, menambah daya tarik ritmis.
-
Vokal Melly Goeslaw yang ekspresif, menyalurkan perasaan bingung, kesal, sekaligus pasrah.
Dengan aransemen sederhana namun kuat, lagu ini tetap terdengar relevan dan segar hingga sekarang.
Makna Lirik
Lirik “Salah” menyoroti sisi lain dari cinta:
-
Hubungan yang membingungkan, di mana kedua pihak merasa serba salah.
-
Kesalahan dan ketidakpastian, apakah hubungan harus diteruskan atau diakhiri.
-
Pertarungan antara cinta dan logika, yang membuat hubungan terasa penuh kerumitan.
Kesederhanaan kalimat “apa salahku, apa salahmu” menjadi ikon lagu ini, mewakili perasaan universal ketika cinta berubah menjadi konflik.
Resonansi dengan Pendengar
“Salah” begitu membekas karena:
-
Merepresentasikan realita hubungan yang tidak selalu indah, tapi juga penuh masalah.
-
Mudah dinyanyikan bersama, membuatnya populer di konser, kafe, hingga karaoke.
-
Relatable bagi pendengar lintas generasi, terutama mereka yang pernah merasa bingung dalam hubungan cinta.
Popularitas dan Pengaruh
“Salah” adalah salah satu signature song Potret. Lagu ini:
-
Sering diputar di radio dan televisi sepanjang 1990-an hingga 2000-an.
-
Banyak dicover oleh penyanyi baru maupun musisi indie, membuktikan daya tahannya.
-
Menjadi simbol gaya lirik Melly Goeslaw yang jujur, lugas, dan langsung menyentuh hati.
Kesimpulan
“Salah” dari Potret adalah lagu yang menggambarkan rumitnya sebuah hubungan cinta yang dipenuhi kesalahan dan kebingungan. Dengan musik catchy, lirik sederhana namun kuat, serta vokal penuh penghayatan, lagu ini menjadi karya yang abadi. Lagu ini mengingatkan kita bahwa dalam cinta, tidak selalu ada jawaban yang jelas—kadang hanya ada pertanyaan tanpa akhir.