Mantan pelatih tim nasional yang sarat pengalaman, Carlos Queiroz, melontarkan kritik pedas terhadap penggunaan teknologi VAR usai laga yang melibatkan England national football team di Piala Dunia 2026.
Queiroz menilai ada beberapa keputusan kontroversial yang seharusnya mendapat perhatian dari Video Assistant Referee (VAR), namun tidak ditinjau secara maksimal. Dengan nada satir, ia bahkan melontarkan komentar, “Apakah wasit video sedang ngopi?” untuk menggambarkan kekecewaannya terhadap kinerja VAR pada pertandingan tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah insiden di lapangan memicu perdebatan di kalangan pemain, pelatih, dan penggemar. Menurut Queiroz, teknologi seharusnya membantu menghadirkan keputusan yang lebih adil, bukan justru menimbulkan pertanyaan baru mengenai konsistensi penerapannya.
Meski tidak secara langsung menuduh adanya keberpihakan, Queiroz menyebut beberapa keputusan yang menguntungkan Inggris membuat banyak pihak mempertanyakan standar evaluasi yang digunakan oleh tim VAR. Ia menegaskan bahwa transparansi dalam pengambilan keputusan menjadi hal yang sangat penting di turnamen sebesar Piala Dunia.
Di sisi lain, kubu Inggris memilih fokus pada hasil pertandingan dan tidak terlalu menanggapi komentar tersebut. Para pemain serta staf pelatih menilai seluruh keputusan wasit merupakan bagian dari permainan yang harus dihormati.
Perdebatan mengenai VAR memang menjadi salah satu tema yang terus muncul dalam sepak bola modern. Walaupun teknologi tersebut diperkenalkan untuk mengurangi kesalahan manusia, tidak sedikit keputusan yang tetap memunculkan interpretasi berbeda dan memancing kontroversi.
Bagi Queiroz, masalah utamanya bukan pada teknologi, melainkan konsistensi penggunaannya. Ia berharap FIFA dan perangkat pertandingan dapat terus meningkatkan kualitas evaluasi agar kepercayaan terhadap VAR tetap terjaga.
Komentar tajam Queiroz pun langsung menarik perhatian publik dan media internasional. Banyak penggemar yang mendukung kritik tersebut, sementara sebagian lainnya menilai keputusan wasit masih berada dalam koridor aturan yang berlaku.
Terlepas dari polemik yang muncul, insiden ini kembali menunjukkan bahwa teknologi belum sepenuhnya menghilangkan perdebatan dalam sepak bola. VAR mungkin membantu mengurangi kesalahan, tetapi interpretasi terhadap sebuah kejadian di lapangan tetap akan menjadi bahan diskusi panjang, terutama di ajang sebesar Piala Dunia 2026.





