Xanax (Alprazolam): Obat Anticemas yang Populer Tapi Berbahaya Jika Disalahgunakan

Xanax, yang mengandung zat aktif alprazolam, merupakan salah satu obat psikotropika golongan benzodiazepine yang digunakan secara medis untuk menangani gangguan kecemasan, serangan panik, dan insomnia. Meski bermanfaat secara klinis, penggunaan Xanax di Indonesia kerap kali disalahgunakan sebagai obat penenang ilegal—membawa dampak serius bagi kesehatan fisik dan mental penggunanya.


💊 Apa Itu Xanax (Alprazolam)?

Xanax adalah nama dagang dari alprazolam yang bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf pusat. Obat ini mempengaruhi zat kimia di otak (GABA) yang berperan dalam mengendalikan kecemasan dan ketegangan.

Biasanya diresepkan dalam dosis rendah dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang karena sifatnya yang dapat menyebabkan ketergantungan.


⚠️ Risiko dan Efek Samping Xanax

Penggunaan tanpa pengawasan medis atau dalam dosis berlebihan dapat menimbulkan efek samping serius, seperti:

  • Mengantuk berlebihan

  • Gangguan daya ingat

  • Bicara tidak jelas

  • Penurunan konsentrasi

  • Gangguan pernapasan (terutama jika dicampur alkohol atau obat lain)

  • Kecanduan dan gejala sakau saat berhenti mendadak

Penggunaan jangka panjang juga berisiko memicu depresi, kecemasan kronis, dan bahkan halusinasi.


🧪 Status Hukum di Indonesia

Alprazolam termasuk psikotropika golongan IV di Indonesia. Artinya, obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter dan dalam pengawasan ketat.
Namun, masih banyak kasus penyalahgunaan di kalangan remaja dan dewasa muda karena obat ini:

  • Mudah diperoleh secara ilegal melalui media sosial atau toko online gelap

  • Disalahgunakan untuk “melarikan diri” dari stres atau masalah emosional

  • Sering dianggap sebagai “obat santai” tanpa pemahaman risiko medis

Polda dan BNN kerap mengungkap kasus penyalahgunaan alprazolam, bahkan dijual bersama narkoba lain seperti tramadol dan ekstasi.


👨‍⚕️ Pandangan Medis

Dokter spesialis jiwa menyebutkan bahwa penggunaan alprazolam harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan tidak direkomendasikan sebagai terapi utama jangka panjang. Ada pendekatan lain yang lebih aman seperti terapi kognitif-perilaku (CBT) untuk menangani gangguan kecemasan.

“Xanax hanya solusi jangka pendek, bukan obat mujarab untuk semua masalah psikis,” tegas dr. Fitri, psikiater di Jakarta.


👮 Penegakan Hukum dan Edukasi

Pemerintah dan aparat penegak hukum terus melakukan edukasi dan razia untuk menekan penyalahgunaan alprazolam.
Bagi masyarakat, penting untuk tidak mengonsumsi obat psikotropika tanpa resep, serta tidak sembarangan memberikan obat penenang kepada orang lain.


🏁 Penutup

Xanax (alprazolam) adalah obat dengan manfaat besar dalam pengobatan medis, namun juga menyimpan risiko tinggi bila disalahgunakan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat secara aman dan legal menjadi kunci dalam mencegah krisis penyalahgunaan yang dapat merusak masa depan generasi muda.

  • Related Posts

    Lebanon Hadapi Krisis Moneter Terburuk Sejak 1975: Devaluasi Mata Uang & Reformasi Mendesak

    Beirut–Washington, 5 Agustus 2025 — Lebanon kini terperangkap dalam krisis ekonomi dan moneter terdalam sejak Perang Saudara 1975–1990. Nilai mata uang telah merosot lebih dari 95 %, inflasi mencapai tiga digit,…

    Kebijakan Fiskal dan Stimulus Ekonomi: Mengerek Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian

    Pada paruh pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat ke kisaran 4,8 %–4,9 %, terendah dalam hampir empat tahun terakhir, di tengah tekanan global dan permintaan domestik yang lesu ReutersFinancial Times.…

    You Missed

    Belahan Jantungku – Andien: Lagu Romantis untuk Kekasih

    Salah – Potret: Kisah Hubungan yang Rumit

    Persebaya Surabaya Raih Tiga Poin Berharga Atas Persita Tangerang

    Persipura Jayapura Tampilkan Performa Menggigit Saat Menaklukkan Bhayangkara FC

    Bimbang – Melly Goeslaw: Perasaan Ragu dalam Cinta

    Judul: “Dewa United Pecah Telor di Super League 2025/26 Usai Hajar Persik Kediri 3–1 di Kandang”