
11 Juli 2025
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mencatat peningkatan signifikan aktivitas vulkanik Gunung Marapi, Sumatra Barat, sejak awal Juli 2025. Data terbaru menyebutkan terjadinya 41 kali gempa vulkanik dangkal dan 12 kali gempa hembusan dalam 24 jam terakhir.
Meskipun belum ada letusan eksplosif besar, PVMBG mempertahankan status Waspada (Level II) dan mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama.
Karakteristik Gunung Marapi
Gunung Marapi adalah gunung api paling aktif di Pulau Sumatra, dengan ketinggian 2.891 mdpl, terletak di perbatasan Kabupaten Agam dan Tanah Datar. Marapi memiliki sejarah panjang erupsi sejak abad ke-18 dan dikenal dengan tipe letusan strombolian ringan hingga sedang.
🌋 Ciri aktivitas terkini:
-
Asap putih kelabu setinggi 100–200 meter
-
Suhu kawah meningkat 3,5°C dari bulan sebelumnya
-
Emisi gas sulfur dioksida (SO₂) naik 40%
-
Tremor harmonik terekam hampir terus menerus
Upaya Mitigasi dan Pemantauan
PVMBG bekerja sama dengan BPBD Sumatra Barat telah memasang tambahan seismograf dan kamera pemantau suhu kawah real-time. Sementara itu, Sirine Sistem Peringatan Dini diuji coba kembali di dua nagari terdekat.
Kepala PVMBG, Dr. Hendra Gunawan, menyampaikan:
“Belum ada tanda-tanda letusan besar, namun peningkatan aktivitas ini harus tetap diwaspadai. Erupsi Marapi seringkali bersifat tiba-tiba.”
Imbauan untuk Warga dan Pendaki
BPBD telah menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat dan wisatawan:
-
Pendakian Marapi ditutup sementara
-
Petani dilarang naik ke area atas Pos BKSDA
-
Masyarakat diminta mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah
-
Dilarang menyebar informasi yang belum terverifikasi
Posko pengungsian disiapkan di tiga titik: Koto Baru, Bukittinggi, dan Sungai Pua, meskipun belum ada warga yang direlokasi saat ini.
Perspektif Lingkungan dan Ekosistem
Menariknya, aktivitas vulkanik ini juga berdampak positif terhadap kesuburan tanah di sekitarnya. Para pakar pertanian menyebutkan bahwa abu vulkanik Marapi sangat kaya akan mineral, meski tetap berisiko jika dikonsumsi langsung oleh ternak atau mencemari air.
Kesimpulan
Peningkatan aktivitas Gunung Marapi adalah pengingat akan kekuatan alam yang tak terduga dan perlunya kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat. Dengan teknologi pemantauan yang terus ditingkatkan dan edukasi kebencanaan yang ditanamkan sejak dini, Indonesia diharapkan semakin tangguh menghadapi ancaman vulkanik di masa mendatang.