Krisis Politik Melanda Prancis: Presiden Dituduh Terlibat Skandal Korupsi Energi Hijau

Pemerintahan Macron III Guncang: Skandal Korupsi Energi Terbarukan Picu Aksi Massa

Prancis diguncang krisis politik besar setelah Presiden Emmanuel Macron, yang menjabat dalam periode ketiga pasca-reformasi konstitusi, diduga terlibat dalam skandal korupsi proyek energi terbarukan senilai €6,8 miliar. Bocoran dokumen internal dari Kementerian Transisi Energi menunjukkan adanya aliran dana mencurigakan ke perusahaan-perusahaan yang terkait dengan keluarga dan mantan staf presiden.

Pengungkapan ini memicu gelombang demonstrasi di Paris, Marseille, dan Lyon, dengan ribuan warga menyerukan pengunduran diri presiden dan penyelidikan independen segera.


💼 Skema Dugaan Korupsi

  • Proyek yang disorot adalah “HydroGreen 2030”, program mega-investasi pembangkit listrik tenaga air dan surya di Prancis selatan

  • Diduga terdapat penggelembungan anggaran dan kontrak fiktif kepada perusahaan bayangan di Korsika dan Swiss

  • Setidaknya €740 juta diduga mengalir ke entitas yang dimiliki oleh kerabat mantan Menteri Energi


🔥 Reaksi Publik dan Politik

  • Demonstrasi besar-besaran pecah di Place de la République, menandai protes terbesar sejak gerakan “Yellow Vest”

  • Oposisi kiri dan kanan (La France Insoumise dan Rassemblement National) bersatu mendesak sidang darurat parlemen

  • Lebih dari 100.000 orang menandatangani petisi online mendesak referendum pemakzulan


🧾 Tanggapan Pemerintah

  • Presiden Macron membantah semua tuduhan dan menyebutnya sebagai “serangan politik menjelang Pemilu Regional 2026

  • Pemerintah menunjuk komisi etik independen, namun ditolak oleh mayoritas oposisi karena dianggap tidak netral

  • Jaksa Antikorupsi Nasional membuka penyelidikan formal, termasuk pemanggilan beberapa menteri aktif


🌍 Dampak Regional dan Internasional

  • Kepercayaan investor terhadap pasar energi Prancis menurun, menyebabkan penurunan saham perusahaan energi hingga 11%

  • Uni Eropa menyatakan keprihatinan, karena dana sebagian proyek berasal dari paket hijau Eropa pasca-COVID

  • Aktivis lingkungan menyayangkan karena proyek energi bersih kini terkontaminasi kepentingan politik dan ekonomi gelap


🔍 Sorotan Media dan Bocoran Baru

  • Media Prancis Le Monde dan investigasi internasional GreenLeaks 2025 mengklaim ada bukti tambahan tentang pertemuan rahasia antara pejabat Prancis dan oligarki energi dari Timur Tengah

  • Jurnalis investigatif yang membocorkan dokumen mengklaim telah menerima ancaman dan kini berada dalam perlindungan hukum


📌 Kesimpulan

Skandal korupsi energi ini bukan hanya mengancam posisi Macron secara politik, tetapi juga merusak integritas transisi hijau di Eropa. Ketika kepercayaan publik terhadap pemimpin memudar dan upaya hijau dikompromikan demi kekuasaan, maka bukan hanya politik yang tercoreng—tetapi juga masa depan bumi. Prancis kini berada di persimpangan: menegakkan keadilan, atau membiarkan bayang-bayang kelam merusak kepercayaan rakyat.

Related Posts

Lebanon Hadapi Krisis Moneter Terburuk Sejak 1975: Devaluasi Mata Uang & Reformasi Mendesak

Beirut–Washington, 5 Agustus 2025 — Lebanon kini terperangkap dalam krisis ekonomi dan moneter terdalam sejak Perang Saudara 1975–1990. Nilai mata uang telah merosot lebih dari 95 %, inflasi mencapai tiga digit,…

Kebijakan Fiskal dan Stimulus Ekonomi: Mengerek Pertumbuhan di Tengah Ketidakpastian

Pada paruh pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat ke kisaran 4,8 %–4,9 %, terendah dalam hampir empat tahun terakhir, di tengah tekanan global dan permintaan domestik yang lesu ReutersFinancial Times.…

You Missed

Belahan Jantungku – Andien: Lagu Romantis untuk Kekasih

Salah – Potret: Kisah Hubungan yang Rumit

Persebaya Surabaya Raih Tiga Poin Berharga Atas Persita Tangerang

Persipura Jayapura Tampilkan Performa Menggigit Saat Menaklukkan Bhayangkara FC

Bimbang – Melly Goeslaw: Perasaan Ragu dalam Cinta

Judul: “Dewa United Pecah Telor di Super League 2025/26 Usai Hajar Persik Kediri 3–1 di Kandang”