Time – Pink Floyd: Refleksi Hidup dan Kejaran Waktu

Pink Floyd - Time (with lyrics)

Bagian Penting dari The Dark Side of the Moon

“Time” adalah salah satu lagu paling monumental dari Pink Floyd yang dirilis pada tahun 1973 dalam album legendaris The Dark Side of the Moon. Dengan durasi lebih dari tujuh menit, lagu ini menghadirkan gabungan suara jam berdentang, ketukan drum khas Nick Mason, gitar David Gilmour yang penuh emosi, serta lirik mendalam karya Roger Waters. Lebih dari sekadar musik, “Time” adalah renungan filosofis tentang perjalanan hidup, keterbatasan manusia, dan bagaimana waktu yang terus berjalan sering kali tak kita sadari.

Dentang Jam sebagai Simbol

Intro lagu ini dimulai dengan deretan bunyi dentang jam dari berbagai jenis—simbol universal tentang berlalunya waktu yang tak pernah berhenti. Efek suara ini menegaskan pesan utama lagu: waktu berjalan konstan, tak peduli apakah kita siap atau tidak. Bagi pendengarnya, intro ini menjadi pengingat keras bahwa setiap detik yang berlalu adalah bagian dari hidup yang tak bisa kembali.

Refleksi Hidup dan Penyesalan

Lirik “Time” menyoroti kecenderungan manusia untuk menunda dan mengabaikan waktu muda mereka, hanya untuk menyadari di usia dewasa bahwa begitu banyak kesempatan telah terbuang. Pesan ini dirangkum dalam penggambaran kehidupan yang seakan “menunggu sesuatu terjadi” hingga akhirnya menyadari waktu telah habis. Lagu ini mendorong pendengar untuk menghargai setiap momen, bukan sekadar menunggu perubahan tanpa bertindak.

Gitar Solo Emosional David Gilmour

Salah satu momen paling ikonik dari “Time” adalah solo gitar David Gilmour yang sarat emosi. Permainan gitarnya tidak hanya memperkuat suasana melankolis, tetapi juga memberikan rasa urgensi—seolah-olah setiap nada adalah detik yang terus berdetak. Solo ini menjadi representasi musikal tentang bagaimana waktu dapat terasa indah sekaligus menyesakkan.

Tema Kehidupan Universal

“Time” berbicara kepada setiap orang, tanpa memandang usia atau latar belakang. Setiap manusia pernah mengalami fase menyesal karena melewatkan kesempatan, atau merasakan kecemasan karena sadar waktu hidup yang semakin singkat. Inilah yang membuat lagu ini begitu relevan lintas generasi.

Bagian dari Narasi Besar The Dark Side of the Moon

Sebagai bagian dari album konsep, “Time” melengkapi tema besar The Dark Side of the Moon yang mengangkat isu-isu eksistensial seperti kematian, keserakahan, alienasi, hingga makna hidup. Lagu ini menjadi jembatan emosional yang mengingatkan pendengar bahwa waktu adalah salah satu aspek paling berharga dalam kehidupan manusia—sekaligus yang paling sering kita abaikan.

Pesan yang Abadi

Hampir setengah abad setelah dirilis, “Time” tetap menjadi pengingat kuat bagi pendengarnya: jangan menunggu terlalu lama untuk hidup. Jangan hanya menanti perubahan, tetapi ciptakanlah momen itu sekarang. Karena seperti yang digambarkan Pink Floyd, waktu tidak pernah menunggu siapa pun.

  • Related Posts

    Belahan Jantungku – Andien: Lagu Romantis untuk Kekasih

    Andien Aisyah, penyanyi bersuara khas yang kerap menggabungkan nuansa pop dan jazz, dikenal piawai dalam menghadirkan lagu-lagu romantis penuh penghayatan. Salah satu karyanya yang begitu menyentuh adalah “Belahan Jantungku”. Lagu…

    Salah – Potret: Kisah Hubungan yang Rumit

    “Salah” adalah salah satu lagu paling populer dari grup musik Potret, yang dipimpin oleh Melly Goeslaw dan Anto Hoed. Dirilis pada akhir 1990-an, lagu ini menjadi hits besar berkat liriknya…

    You Missed

    Belahan Jantungku – Andien: Lagu Romantis untuk Kekasih

    Salah – Potret: Kisah Hubungan yang Rumit

    Persebaya Surabaya Raih Tiga Poin Berharga Atas Persita Tangerang

    Persipura Jayapura Tampilkan Performa Menggigit Saat Menaklukkan Bhayangkara FC

    Bimbang – Melly Goeslaw: Perasaan Ragu dalam Cinta

    Judul: “Dewa United Pecah Telor di Super League 2025/26 Usai Hajar Persik Kediri 3–1 di Kandang”