Marak Peredaran Ilegal Xanax (Alprazolam): Obat Penenang yang Disalahgunakan Jadi ‘Narkoba Halus’

Obat penenang Xanax, yang mengandung zat aktif alprazolam, kini menjadi sorotan aparat penegak hukum dan tenaga kesehatan di Indonesia. Meski tergolong psikotropika golongan IV yang sah digunakan secara medis untuk mengatasi kecemasan dan gangguan panik, peredaran ilegal Xanax semakin mengkhawatirkan, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.


💊 Dari Obat Medis Menjadi “Jalan Pintas” Mengatasi Stres

Alprazolam bekerja dengan cara menenangkan sistem saraf pusat. Di dunia medis, obat ini hanya boleh dikonsumsi dengan resep dan pengawasan dokter karena berisiko menyebabkan ketergantungan, gangguan kesadaran, hingga overdosis.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, peredaran gelap Xanax semakin masif, bahkan mudah ditemukan lewat media sosial, aplikasi chat, dan toko daring ilegal. Obat ini kerap disalahgunakan sebagai “obat santai”, padahal efeknya bisa menyerupai narkotika jika digunakan berlebihan.


📦 Jalur Peredaran: Dari Apotek Nakal hingga Online Shop Ilegal

Hasil investigasi pihak kepolisian dan BNN menunjukkan bahwa peredaran ilegal Xanax melibatkan beberapa sumber, antara lain:

  • Apotek atau klinik nakal yang menjual tanpa resep

  • Sindikat farmasi gelap yang memalsukan label

  • Marketplace online dan akun anonim di media sosial yang menawarkan “obat tidur” atau “obat kuat saraf”

Sasaran utama peredaran ini adalah pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda yang mengalami stres, insomnia, atau tekanan mental.


📈 Data dan Fakta Kasus

  • BNN mencatat kenaikan 30% kasus penyalahgunaan alprazolam sejak tahun 2022–2024.

  • Polda Metro Jaya mengungkap setidaknya 20 kasus peredaran ilegal obat ini hanya dalam 6 bulan terakhir.

  • Sebagian besar pelaku berusia antara 17–29 tahun dan mengaku mengonsumsi Xanax untuk “tenang dan bisa tidur”.


⚠️ Dampak Kesehatan dan Hukum

Penyalahgunaan Xanax bisa menyebabkan:

  • Kecanduan berat

  • Gangguan fungsi otak dan daya ingat

  • Halusinasi dan agresivitas

  • Risiko overdosis, apalagi jika dicampur alkohol atau obat lain

Secara hukum, meski bukan narkotika, alprazolam termasuk psikotropika golongan IV, dan penyalahgunaannya bisa dijerat pasal sesuai UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Ancaman hukuman bagi pengedar bisa mencapai 15 tahun penjara.


👨‍⚕️ Tanggapan Ahli

Dokter spesialis kejiwaan menyatakan bahwa kecenderungan mencari “solusi cepat” untuk masalah psikologis menjadi penyebab utama melonjaknya penyalahgunaan Xanax. Padahal, masalah kejiwaan seharusnya ditangani dengan terapi medis profesional, bukan konsumsi bebas obat penenang.

“Alprazolam bukan solusi jangka panjang. Yang dibutuhkan pasien adalah pemahaman akar masalah dan terapi perilaku, bukan sekadar obat tidur,” ujar dr. Andini, psikiater dari RSCM.


🔍 Upaya Pemerintah dan Edukasi Publik

Pemerintah, melalui BPOM, Kemenkes, dan BNN, tengah gencar:

  • Melakukan razia ke apotek dan distributor farmasi

  • Membatasi akses distribusi obat penenang

  • Menyebarkan edukasi publik soal bahaya penyalahgunaan obat psikotropika

Kampanye di sekolah, kampus, dan tempat kerja juga ditingkatkan untuk mengenalkan bahaya “narkoba halus” seperti Xanax, yang efeknya sering diremehkan.


🏁 Penutup

Peredaran ilegal Xanax (alprazolam) menjadi ancaman nyata di tengah tingginya tekanan mental masyarakat modern. Tanpa pengawasan yang ketat dan edukasi menyeluruh, obat yang seharusnya menyembuhkan justru bisa menghancurkan masa depan generasi muda.
Kesadaran dan pengawasan bersama antara keluarga, sekolah, komunitas, dan negara menjadi kunci utama untuk menghentikan peredaran gelap obat psikotropika ini.

  • Related Posts

    Perayaan Hari Harimau Sedunia di India: Kostum dan Aksi Kreatif Viral di Media Sosial

    India merayakan Hari Harimau Sedunia dengan berbagai kegiatan kreatif yang menarik perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Tujuan utama dari perayaan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya…

    Selebriti dan Esports: Kerja Sama yang Menguntungkan di 2025

    Fenomena Baru: Ketika Selebriti Masuk Dunia Esports Di tahun 2025, kolaborasi antara selebriti dan industri esports bukan lagi sekadar tren sementara—melainkan telah menjadi strategi yang saling menguntungkan dan mendefinisikan ulang…

    You Missed

    Belahan Jantungku – Andien: Lagu Romantis untuk Kekasih

    Salah – Potret: Kisah Hubungan yang Rumit

    Persebaya Surabaya Raih Tiga Poin Berharga Atas Persita Tangerang

    Persipura Jayapura Tampilkan Performa Menggigit Saat Menaklukkan Bhayangkara FC

    Bimbang – Melly Goeslaw: Perasaan Ragu dalam Cinta

    Judul: “Dewa United Pecah Telor di Super League 2025/26 Usai Hajar Persik Kediri 3–1 di Kandang”